Minggu, 25 Mei 2014

Mahabbah

Indah memancar butiran kasih ini,
seakan menyiratkan sebuah makna
dalam tetesan embun.
Tiada lara yang dapat ku ukir,
saat melepas gundah bersama sayap-sayap cintamu.
Merona dalam beribu bait bahasa qalbu
melantunkan setiap detik hembusan nafasku,,
Entah apa yang dapat kulukiskan
pada lembaran daun cintamu,
saat kau menyemai tiap benih dalam hatiku,
Sayang…. Betapa indah mutiara cinta yang kau berikan untukku, hadirmu laksana pelangi dalam hidupku, menggoreskan warna dalam senyumku….  
masih terekam saat takdir mempertemukan sayap cinta ini, masih beku dan dingin hingga kau meluluhkannya dengan ketulusan dan keikhlasan. 
Memang tak mudah menyusun jutaan puzzle dalam kepingan hatiku, namun aku tau kau sanggup hingga puzzle yang terakhir, 
seperti blackhole yang menarikku kedalamnya hingga aku tak sadar bahwa aku telah masuk kedalam dekapanmu, 
Namun, maafkan aku jika melukai hatimu,
maafkan aku jika tak lagi berada disampingmu,
maafkan aku jika suatu saat kuharus pergi,
karena kutau aku tak selamanya bisa menggenggam tanganmu
dan memandangi wajah teduhmu,
saat takdir telah tersirat kutau semua akan indah pada akhirnya,
rencana-Nya adalah yang terbaik.
Jika kita memang tak dapat bersama…..
kuyakin DIA telah menyiapkan bidadari yang terbaik bagimu yang akan menjadi bidadari syurgamu, penyejuk jiwamu, dan penentram hatimu,
maka ikhlaskanlah setiap apa yang terjadi sayang….
Tapi aku tak akan berhenti berharap agar bisa selalu disampingmu selamanya,
terima kasih atas segalanya……
Atas cinta yang kau tanamkan dalam hatiku…….     
UHIBBUKIFILLAH……..
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar