Sabtu, 06 Juni 2015

makalah penyalahgunaan narkoba



BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
            Dikalangan remaja saat ini marak terjadinya penggunaan obat-obatan terlarang. Mereka menggunakan obat-obatan terlarang, sebagian besar untuk mencari jatidiri. Padahal obat terlarang sangat berbahaya bagi tubuh para penggunanya. Akan tetapi para remaja tidak tahu bahaya dari pemakaian obat terlarang.
            Istilah Narkoba sudah tidak asing di telinga masyarakat indonesia pada khususnya bahkan masyarakat dunia pada umumnya. Narkoba sudah meresahkan masyarakat karena dapat merusak sistem syaraf bahkan dapat menyebabkan kematian jika disalah gunakan.
            Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas., sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya.
            Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat. Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan tak jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan narkoba.

I.2  Rumusan Masalah
      1. Apa itu narkoba?
      2. Apa saja jenis narkoba yang sering disalahgunakan?
      3. Apa penyebab penyalahgunaan narkoba?
      4. Bagaimana cara penanggulangan narkoba?
I.3  Tujuan
              Tujuan dari makalah ini yaitu:
1.    Untuk mengetahui pengertian narkoba
2.    Untuk mengetahui jenis narkoba yang sering disalahgunakan
3.    Untuk mengetahui penyebab penyalahgunaan narkoba
4.    Untuk mengetahui cara penanggulangan narkoba


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 NARKOBA
Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan/ zat adiktif lainnya. Zat atau bahan yang dikategorikan ke dalam narkoba umumnya memiliki ciri adanya ketergantungan ada para penggunanya. Ketergantungan ini muncul apabila dalam penggunaannya tidak dalam pengawasan dokter dan dilakukan secara berulang kali atau terus menerus.
Berdasarkan jenisnya narkoba dapat menyebabkan :
·         Perubahan pada suasana hati (menenangkan, rileks, perasaan gembira, dan/ atau perasaan bebas).
·         Perubahan pada fikiran (stress hilang, daya khayal meningkat)
·         Perubahan perilaku (meningkatnya keakraban, hambatan nilai hilang, lepas kendali).
            Akan tetapi pengaruh itu bersifat sementara. Sesudah itu timbul pengaruh sebaliknya (gelisah, cemas, perasaan tertekan dan sebagainya).
            Narkoba terbagi atas 3 jenis, yaitu:
1.    Narkotika, yaitu bahan atau zat adiktif yang bekerja pada sistem saraf, dapat menghilangkan rasa sakit dan dapat menyebabkan ketergantungan. Jenis-jenis narkotika diantaranya: putaw (heroin), ganja (kanabis), kokain, morfin, hashish dan opium.
2.    Psikotropika, yaitu zat atau bahan yang bekerja pada saraf pusat, dapat mengakibatkan perubahan mental dan perilaku, serta menimbulkan ketergantungan. Jenis-jenis psikotropika diantaranya ekstasi, shabu-shabu, pil KB, megadon,valium, dan madrax.
3.    Zat atau bahan adiktif lainnya, seperti alkoho, spirtus, bensin, lem, thiner (pelarut cat), toluena.

II.2 PENYALAHGUNAAN NARKOBA
            Karena pengaruhnya yang menimbulkan rasa nikmat dan nyaman itulah narkoba disalahgunakan. Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan narkoba yang dilakukan tidak untuk maksud pengobatan tetapi karena ingin menikmati pengaruhnya dalam jumlah berlebih, secara lebih kurang teratur, dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, mental dan kehidupan sosialnya.
Pemakaian narkoba secara berlebihan tidak menunjukan jumlah atau dosisnya. Akan tetapi, yang penting adalah bahwa pemakaiannya berakibat pada gangguan salah satu fungsi, baik fisik, psikologis maupun sosial.
            Ada beberapa pola pemakaian narkoba, sebagai berikut:
1.    Pola coba-coba yaitu karena iseng atau ingin tahu.
2.    Pola pemakaian sosial, yaitu tahapan pemakaian narkoba untuk pergaulan (berkumpul, acara tertentu), agar diakui dan diterima oleh kelompoknya.
3.    Pola pemakaian situasional, yaitu karena situasi tertentu, misalnya kesepian, stress dan lain-lain. Disebut juga tahap instrumental, karena dari pengalaman pemakaian sebelumnya disadari bahwa narkoba dapat menjadi alat untuk memengaruhi atau memanipulasi emosi dan suasana hatinya.
4.    Pola habituasi (perasaan), yaitu ketika telah memakai narkoba secara teratur/ sering, terjadi perubahan pada faal tubuh dan gaya hidupnya.
5.    Pola ketergantungan (kompulsif), yaitu dengan gejala khas, yaitu timbulnya toleransi dan atau gejala putus zat.
    
II.3 JENIS NARKOBA YANG BANYAK DISALAHGUNAKAN  
1.    Opiat / Opium
Opiat atau opium adalah bubuk yang dihasilkan kangsung oleh tanaman yang bernama poppy / papaver somniferum di mana di dalam bubuk haram tersebut terkandung morfin yang sangat baik untuk menghilangkan rasa sakit dan kodein yang berfungsi sebagai obat antitusif.
2.    Morfin
Mofrin adalah alkoloida yang merupakan hasil ekstraksi serta isolasi opium dengan zat kimia tertentu untuk penghilang rasa sakit atau hipnoanalgetik bagi pasien penyakit tertentu. Dampak atau efek dari penggunaan morfin yang sifatnya negatif membuat penggunaan morfin diganti dengan obat-obatan lain yang memiliki kegunaan yang sama namun ramah bagi pemakainya.
3.    Heroin
Heroin adalah keturunan dari morfin atau opioda semisintatik dengan proses kimiawi yang dapat menimbulkan ketergantungan / kecanduan yang berlipat ganda dibandingkan dengan morfin. Heroin dipakai oleh para pecandunya yang bodoh dengan cara menyuntik heroin ke otot, kulit / sub kutan atau pembuluh vena.
4.    Kodein
Kodein adalah sejenis obat batuk yang digunakan oleh dokter, namun dapat menyebabkan ketergantungan / efek adiksi sehingga peredarannya dibatasi dan diawasi secara ketat.
5.    Opiat Sintetik
Jenis obat yang berasal dari opiat buatan tersebut seperti metadon, petidin dan dektropropoksiven (distalgesic) yang memiliki fungsi sebagai obat penghilang rasa sakit. Metadon berguna untuk menyembuhkan ketagihan pada opium/ opiat yang berbentuk serbuk putih. Opiat sintesis dapat memberi efek seperti heroin, namun kurang menimbulkan ketagihan/ kecanduan. Namun karena pembuatannya sulit, opiat buatan ini jarang beredar kalangan non medis.
6.    Kokain / Cocaine Hydrochloride
Kokain adalah bubuk kristal putih yang didapat dari ekstraksi serta isolasi daun coca (erythoroxylon coca) yang dapat menjadi perangsang pada sambungan syaraf dengan cara / teknik diminum dengan mencampurnya dengan minuman, dihisap seperti rokok, disuntik ke pembuluh darah, dihirup dari hidung dengan pipa kecil, dan beragam metode lainnya.
Kenikmatan menggunakan kokain hanya dirasakan sebentar saja, yaitu selama 1 sampai 4 menit seperti rasa senang riang gembira, tambah pede, terangsang, menambah tanaga dan stamina, sukses, dan lain-lain. Setelah 20 menit semua perasaan enak itu hilang seketika berubah menjadi rasa lelah / capek, depresi mental dan ketagihan untuk menggunakannya lagi, lagi dan lagi sampai mati.
Efek psikologis atau mental spiritual yang dapat ditimbukan dari penggunaan kokain secara terus menerus adalah:
Ø  Darah tinggi.
Ø  Susah tidur
Ø  Pupil mata mengecil
Ø  Hilang nafsu makan / kurus
Ø  Detak jantung jadi cepat
Ø  Terbius sesaat, dan sebagainya
7.    Ganja / Mariyuana / Kanabis
Mariyuana adalah tanaman semak / perdu yang tumbuh secara liar di hutan yang mana daun, bunga, dan biji kanabis berfungsi untuk relaksan dan mengatasi keracunan ringan (intoksikasi ringan). Zat getah ganja / THC (delta-9 tetra hidrocannabinol) yang kering bernama hasis, sedangkan jika dicairkan menjadi minyak kanabasis. Minyak tersebut sering digunakan sebagai campuran rokok atau lintingan tembakau yang disebut sebagai cimenk, cimeng, cimenx, joint, spleft, dan sebagainya.
Ganja dapat menimbulkan efek yang menenangkan / relaksasi. Orang yang baru memakai ganja atau mariyuana memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Ø  Mabuk/ dengan mata merah.
Ø  Tubuh lemas dan lelah.
Ø  Pupil mata membesar.
II.4 PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA
            Penyebab penyalahgunaan narkoba sangat kompleks akibat interaksi antara faktor yang terkait dengan individu, faktor lingkungan dan faktor tersedianya zat (NAPZA). Tidak terdapat adanya penyebab tunggal (single cause) dalam hal penyalahgunaan napza.
            Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyalagunaan NAPZA adalah sebagian berikut :
1.    Faktor Individu
Kebanyakan penyalahgunaan narkoba dimulai atau terdapat pada masa remaja, sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologik, psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan narkoba. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna narkoba.
Ciri-ciri tersebut antara lain :
Ø  Cenderung memberontak dan menolak otoritas.
Ø  Cenderung memiliki gangguan jiwa lain (komorbiditas) seperti depresi, cemas, psikotik, tidak bersosialisasi.
Ø  Perilaku menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku.
Ø  Rasa kurang percaya diri (low self-confidence), rendah diri dan memiliki citra diri negatif (low self-esteem).
Ø  Sifat mudah kecewa, cenderung agresif dan destruktif.
Ø  Mudah murung, pemalu, pendiam.
Ø  Mudah mertsa bosan dan jenuh.
Ø  Keingintahuan yang besar untuk mencoba atau penasaran.
Ø  Keinginan untuk bersenang-senang (just for fun).
Ø  Keinginan untuk mengikuti mode, karena dianggap sebagai lambang keperkasaan dan kehidupan modern.
Ø  Keinginan untuk diterima dalam pergaulan.
Ø  Identitas diri yang kabur, sehingga merasa diri kurang “jantan”.
Ø  Tidak siap mental untuk menghadapi tekanan pergaulan sehingga sulit mengambil keputusan untuk menolak tawaran narkoba dengan tegas.
Ø  Kemampuan komunikasi rendah.
Ø  Melarikan diri sesuatu (kebosanan, kegagalan, kekecewaan, ketidakmampuan, kesepian dan kegetiran hidup, malu dan lain-lain).
Ø  Putus sekolah.
Ø  Kurang menghayati iman kepercayaannya.
2.    Faktor Lingkungan  
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik di sekitar rumah, sekolah, teman sebaya maupun masyarakat. Faktor lingkungan yang ikut menjadi penyebab seorang anak atau remaja menjadi penyalahguna narkoba antara lain adalah :
a. Lingkungan Keluarga
-       Komunikasi orang tua-anak kurang baik/efektif.
-       Hubungan dalam keluarga kurang harmonis/disfungsi dalam keluarga.
-       Orang tua bercerai, berselingkuh atau kawin lagi.
-       Orang tua terlalu sibuk atau tidak acuh.
-       Orang tua otoriter atau serba melarang.
-       Orang tua yang serba membolehkan (permisif).
-       Kurangnya orang yang dapat dijadikan model atau teladan.
-       Orang tua kurang peduli dan tidak tahu dengan masalah narkoba.
-       Tata tertib atau disiplin keluarga yang selalu berubah (tidak konsisten).
-       Kurangnya kehidupan beragama atau menjalankan ibadah dalam keluarga.
-       Orang tua atau anggota keluarga yang menjadi penyalahguna narkoba.
b. Lingkungan Sekolah
-     Sekolah yang kurang disiplin.
-     Sekolah yang terletak dekat tempat hiburan dan penjual narkoba.
-     Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif.
-     Adanya murid pengguna narkoba.
c. Lingkungan Teman Pergaulan
-     Berteman dengan penyalahguna.
-     Tekanan atau ancaman teman kelompok atau pengedar.
d. Lingkungan masyarakat / sosial
-       Lemahnya penegakan hukum.
-       Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.
II.5 PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA
            Kalangan pelajar merupakan kalangan yang banyak menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Hal ini didasari kenyataan bahwa masa remaja merupakan masa yang rentan dan mudah terpengaruh faktor eksternal, seperti lingkungan dan teman sebaya.
            Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya pelajar di sekolah, ada hal yang bisa dilakukan. Upaya tersebut diantaranya sebagai berikut:
a.    Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.    Melaksanakan kegiatan belajar dengan baik dan tertib
c.    Menyibukkan diri dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang positif
d.    Selalu terbuka dengan teman, guru dan orang tua.
e.    Tidak pernah menyia-nyiakan hidup, diri, waktu dan uang
f.     Menyadari potensi diri terutama kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ingat, bahwa narkoba tidak akan dapat menutupi kelemahan dan kekurangan diri anda, tetapi sebaliknya akan memperparah kelemahan diri anda.




BAB III
KESIMPULAN
          Adapun kesimpulan dari makalah ini, yaitu:
1.    Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan/ zat adiktif lainnya
2.    Jenis narkoba yang banyak disalahgunakan:
a.    Opiat / Opium
b.    Morfin
c.    Heroin
d.    Kodein
e.    Opiat Sintetik
f.     Kokain / Cocaine Hydrochloride
g.    Ganja / Mariyuana / Kanabis
3.    Penyebab penyalahgunaan narkoba:
a.    Faktor Individu
b.    Faktor Lingkungan
-       Lingkungan keluarga
-       Lingkungan sekolah
-       Lingkungan teman pergaulan
-       Lingkungan masyarakat
4.    Penanggulangan penyalahgunaan narkoba
1.    Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Melaksanakan kegiatan belajar dengan baik dan tertib
3.    Menyibukkan diri dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang positif
4.    Selalu terbuka dengan teman, guru dan orang tua.
5.    Tidak pernah menyia-nyiakan hidup, diri, waktu dan uang
6.    Menyadari potensi diri



DAFTAR PUSTAKA
1.    Martono, Lidya Harlina,  dkk. 2008.  “Peran Orang Tua dalam Mencegah dan Menanggulangi Penyalahgunaan Narkoba”.  Cet.2. Penerbit Balai Pustaka: Jakarta.
2.    Martono, Lidya Harlina,  dkk. 2008.  “Belajar Hidup Bertanggung Jawab Menangkal Narkoba dan Kekerasan”.  Cet.3. Penerbit Balai Pustaka: Jakarta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar